500 Ribu Ton Beras Impor Diputuskan Tidak Untuk Dijual Untuk Umum

0
307

pdkt.me – Kementerian Pertanian Pastikan Beras Impor 500 Ribu Ton Tidak Dijual untuk Umum

Beras Impor 500 Ribu Ton Tidak Akan Dijual Untuk Umum

Momon Rusmono, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian, mengomentari masuknya beras impor sejumlah 500.000 ton yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan beberapa waktu setelah selesainya gelaran Rapat koordinasi Upsus Pajale Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Momon, beras yang diimpor oleh Kementerian Perdagangan tersebut dikategorikan ke dalam beras khusus, yang ditujukan terutama untuk kebutuhan kesehatan, hotel, rumah makan, dan katering.

“Sehingga dalam penjualannya pun juga akan bekerja sama dengan ritel, tidak dijual secara umum,” sebut Momon.

Momon mengatakan bahwa untuk provinsi Kalbar mengingat kuota beras sudah cukup maka tidak dilakukan impor beras. Alasannya adalah karena di Kalbar sedang digalakkan upaya meningkatkan produksi beras di Kalbar, daripada itu, terdapat kekhawatiran bahwa jika beras impor masuk justru berakibat penurunan harga gabah di tingkat petani.

“Untuk provinsi Kalimantan Barat surplus dan mencukupi untuk kebutuhan. Kalau mencukupi ya tidak perlu beras impor,” sebutnya.

Diimpornya beras tersebut sebagai akibat tidak optimalnya pasokan beras secara umum di Indonesia, khususnya di ibu kota negara. Keadaan ini mengakibatkan ketidak jelasan harga beras yang cenderung naik sehingga membuat pemerintah mengintervensi melalui kebijakan impor beras dalam jumlah terbatas.

Setiap bulan kebutuhan beras masyarakat mencapai kurang lebih 2.6 juta ton dan ini dinilai masih kurang dan kementrian perdagangan sendiri akan mengimpor beras hingga 500.000 ton.

“Sehingga beras impor itu hanya untuk mencukupi kebutuhan sebanyak lima hari,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here