Data Komoditi Rumput Laut Harus Segera Dibenahi Oleh Pemerintah

0
518

pdkt.me – Pengusaha Minta Pemerintah Perbaiki Data Produksi Rumput Laut

Pemerintah Indonesia diminta untuk membenahi data soal produksi rumput laut di Indonesia karena saat ini data produksi rumput laut mengalami surplus tetapi para pelaku industri pengolahan justru mengaku mengalami masalah untuk mendapatkan bahan baku.

Para pengusaha merasa takut jika ini tidak secepatnya dibenahi akan terjadi kesimpangsiuran yang menghasilkan ketidaksesuaian kebijakan pemerintah.

Seperti itulah keterangan yang disampaikan oleh Soerianto Kusnowirjono, Ketua Umum Astruli (Asosiasi Industri Rumput Laut).

Soerianto mencontohkan fenomena data produksi beras yang tidak akurat, bahkan antarinstansi pemerintah, telah berdampak luas dalam kebijakan dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

Hal yang sama juga terjadi pada rumput laut dan berdampak pada beberapa aktivitas industri turunan rumput laut.

“Para pelaku industri pengolahan rumput laut merasakan hal yang sama terkait data produksi yang tidak tepat. Ini harus segera dibenahi agar tidak berlarut-larut,” kata Soerianto, Jumat (20/1/2018).

Sementara itu Sasmoyo Boesari, Wakil Ketua Umum Astroli mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir diperoleh data bahwa terjadi peningkatan pesat dalam produksi rumput laut. Tetapi para pelaku industri yang memerlukan rumput laut mengaku mereka malah kesulitan untuk mendapakan bahan baku.

Dia menambahkan, jika produksi rumpul laut memang berlebihan seharusnya harga komoditas ini turun di pasaran. Faktanya, terjadi kenaikan harga di beberapa sentra rumput laut sejak akhir 2017 lalu. Kenaikan harga itu karena pasokan rumput laut yang terbatas atau sedikit.

“Saat ini yang terjadi malah sebaliknya. Produksi diklaim berlebihan, tetapi harga rumput laut kering tetap tinggi. Biasanya harga berkisar sekitar Rp 9.000-Rp 10.000 per kilogram, tetapi sejak akhir 2017 lalu malah naik menjadi Rp 25.000 per kilogram. Ini kondisi yang sangat aneh. Kalau produksi berlebihan, harganya harus turun,” kata Presiden Direktur PT Indonusa Algaemas Prima ini.

Astruli beranggotakan 21 pelaku industri dengan kapasitas sekitar 76 persen dari total produksi olahan rumput laut nasional.

Berdasarkan data yang dihimpun Astruli, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan jika produksi rumput laut kering pada 2016 mencapai 1,1 juta ton dan ekspor sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 188.298 ton.

Sedangkan pembelian oleh industri dalam negeri baru sekitar 135 ribu ton, sehingga ada kelebihan produksi pada 2016 mencapai 776.702 ton rumput laut kering. Demikian pula pada 2015, kelebihan produksi mencapai 778.129 ton rumput laut kering.

“Dari data tersebut berarti ada kelebihan produksi yang sangat besar. Kalau dicari kelebihan produksi tersebut ada dimana, tidak ada barangnya? Jadi kemana jumlah rumput laut yang sangat banyak itu disimpan,” kata Jana Tjahjana selaku pakar dan peneliti rumput laut dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Jika data produksi rumput laut masih simpang siur maka bisa jadi kebijakan terkait rumput laut bisa tidak benar. Oleh karena itu, hal ini harus secepatnya dibenahi agar data produksi rumput laut Indonesia tepat serta semua kekeliruan ini bisa teratasi dengan segera.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here