Kasus Persekusi Ustad Somad di Bali Belum Menemui Titik Terang

0
913

pdkt.me – Kasus Persekusi Ustad Somad Mandeg, Kapitra: Kok Belum Ada Tersangka?

Kenapa Ustad Somad Harus Dipersekusi Terus ??

Kasus dugaan persekusi yang menimpa Ustad Abdul Somad di Bali, pelaporannya sudah masuk ke polisi. Namun, hingga saat ini belum menemui titik terang. Proses hukum oleh aparat yang selama ini diharapkan sebagai solusi perkara ini mandeg tak memberikan kejalasan.

Hal tersebut membuat Kapitra Ampera selaku pelapor dugaan persekusi tersebut tidak tenang. Sebab, belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian.

“Nah, ini dia kok belum ditetapkan tersangka juga, risau kita ini,” ujar Kapitra kepada Jawapos.com, Rabu (10/1).

Dengan ditemukannya video bukti persekusi di Bali, kapitra menyatakan bahwa seharusnya Polisi sudah bertindak tegas dengan mengadili dan memberi kepastian hukum pada semua pelaku.

Kapitra juga menyampaikan bahwa hingga kini, baik di Polda Bali maupun Bareskrim Polri, proses hukum yang terlaksana baru sampai pemeriksaan semua saksi pelapor serta terlapor.

“Di Bali sudah pemeriksaan saksi-saksi terakhir dari Dewan Kehormatan, di Bareskrim baru pemeriksaan saksi pelapor,” lanjut Kapitra.

Mandegnya pengusutan proses ini juga terjadi di Komnas HAM. Kapitra menilai hingga saat ini lembaga tersebut tidak memberikan kejelasan kasus ini.

Karena kasus ini dipandang mengalami tebang pilih, Kapitra menyatakan bahwa dugaan persekusi ini akan terus dikawal, dengan demikian semua pelaku yang terindikasi bisa dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai aturan hukum.

“Saya monitor terus,” pungkas Kapitra.

Sebelumnya, diketahui terjadi dugaan persekusi terhadap Ustad Abdul Somad saat hendak menjadi penceramah acara Tabligh Akbar, di Denpasar, Bali pada Sabtu (9/12). Secara mengejutkan sejumlah masa mendatangi hotel Aston Denpasar tempat menginap Abdul Somad.

Masa menolak kedatangan Ustad lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir dengan meneriakan kata-kata kasar, serta beberapa orang terlihat membawa senjata tajam saat melakukan aksi. Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Sebagai imbas dari aksi itu, tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI dengan Koalisi Masyarakat Islam membuat laporan soal 4 orang ormasi Bali plus satu anggota DPD Bali yang diperkirakan melakukan persekusi ke Bareskrim Polri, Komnas HAM, dan Polda Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here