Ketua GP Ansor Tarakan : Mari Kita Berpolitik Secara Santun

0
1000

TARAKAN – GP Ansor Kota Tarakan berharap Tim Sukses (Timses) dari Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Tarakan yang akan bertarung di Pilkada 2018, berkomitmen menjaga suhu politik dengan tidak melakukan intrik adu domba.

Ketua PC GP Ansor Tarakan, Setiadi menilai, politik berdasarkan Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) menjadi salah satu hal yang mesti diwaspadai di tahun politik. Kerap dijadikan komoditas kepentingan para elit, politik SARA berpotensi melahirkan perpecahan di tengah masyarakat.

“Ansor meminta para kandidat beserta tim yang terlibat langsung maupun tidak, untuk berkomitmen melakukan politik santun (bebas SARA),”ujarnya, Selasa (6/2).
Setiap timses, kata Setiadi, harus bisa berkompetisi secara sehat dengan lebih mengutamakan visi dan misi setiap pasangan Balon. Jangan sampai, politik identitas kembali menjadi tren seperti yang terjadi di Pilkada beberapa daerah pada 2017 lalu.
“Silahkan adu karya, adu kreatif dan inovatif bukan adu domba,”tegasnya.

Sebagai salah satu ormas Islam yang memang konsen pada penerapan nilai-nilai kebangsaan, GP Ansor Kota Tarakan pun berkomitmen untuk ikut menjaga kondusifitas politik di Tarakan. Dengan harapan, Pilwali Tarakan bisa menghasilkan pemimpin yang berkompeten.

“Secara organisasi, GP Ansor Tarakan akan turut serta menjaga kondusifitas pada Pilkada Tarakan. Sebagai salah satu wujud dalam menciptakan Pilkada Tarakan berintegritas,” tuturnya.

Lanjut, Setiadi menyatakan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengawal setiap proses Pilkada di Kota Tarakan. Ia berpendapat, Pilkada adalah bagian dari proses pendewasaan bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

“Jika proses Pilkada dilakukan dengan cara-cara yang baik, maka akan menghasilkan pemimpin yang baik pula,”katanya.

Lebih jauh Setiadi mengatakan, sebagai satu-satunya daerah yang melangsungkan Pilkada, Tarakan harus bisa menjadi model atau percontohan bagi daerah lain yang ada di Kaltara. Dengan asumsi, Pilkada Tarakan dapat memberikan implikasi positif bagi dinamika perpolitikan di provinsi termuda di Indonesia ini. (tanto/kk)

“Kita berharap SARA tidak menjadi komoditas politik. Karena Tarakan mesti menjadi contoh bagaimana Pilkada itu dijalankan secara damai dan santun,”pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here