KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi jadi Tujuan Investasi Banyak Negara

0
148

Headshot Gubernur Kaltara

TANJUNG SELOR – PDKT.ME – Penantian panjang rencana pembangunan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Tanjung Palas Timur, Bulungan, memasuki babak baru. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dikabarkan bakal mengucurkan bantuan dana hibah kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI)  sebesar USD 600 ribu atau sekitar Rp 8,5 miliar. Dana ini diperuntukkan menyusun dokumen perencanaan dan studi kelayakan KIPI di Kaltara. 


Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie membenarkan adanya kabar gembira tersebut. Hal ini berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara Suheriyatna, yang telah menugaskan staf untuk menghadiri rapat terkait mengembangan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kamis (24/1). 


“Alhamdulillah, kita mendapat kabar menggembirakan. Pemerintah Korea Selatan akan menghibahkan dana untuk penyusunan dokumen perencanaan pengembangan KIPI di Tanah Kuning. Penyempurnaan dokumen yang harus dilengkapi terkait dengan Term of References (TOR) Feasibility Studies (FS) KIPI akan segera diselesaikan. Alokasi dana hibah yang diberikan tergolong besar jika dirupiahkan, bisa mencapai Rp 8,5 miliar,” kata Irianto saat berada di Tarakan.


Dengan masuknya dukungan dana ini, kata Gubernur, menunjukkan keseriuasan Pemerintah Korea Selatan untuk membangun pelabuhan. Sementara, pemerintah China akan membiayai kawasan industrinya sebagai kerjasama business to business (B to B) dengan Pemerintah RI. “Ini membuktikan, bahwa Kaltara menjadi tujuan investasi dari semua negara di dunia. Bukan hanya China saja,” bebernya. 


Sebelumnya, pada tahun 2016 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga telah melakukan pra-studi kelayakan untuk KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Pemerintah Korea Selatan menjadikan hasil pra studi itu untuk kembali menyusun studi kelayakan KIPI. Studi kelayakan yang dilakukan oleh negeri ginseng tersebut, akan memudahkan proses pencairan dana hibah dari Bank Korea. 


“Jadi nanti skema penyusunan FS-nya akan dilakukan kerjasama antara kementerian terkait dengan Pemerintah Korea,” katanya. Gubernur menambahkan, hasil FS tersebut akan ditindaklanjuti, untuk digunakan sebagai dasar penyusunan Detail Engineering Design (DED). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here