Mars di Masa Lalu Pernah Ditinggali Alien Purba ?

0
546

pdkt.me – Planet Mars Sempat Dihuni Alien Purba?

Dalam beberapa tahun terakhir, eksplorasi Planet Mars menjadi lebih intens karena manusia berharap MARS akan menjadi planet yang bisa dihuni manusia kelak.

Salah satu bukti yang setidaknya ‘mencerahkan’ ilmuwan planet bisa dihuni manusia adalah kehadiran sumber air dari dalam permukaan. Dan terbaru, NASA mempublikasikan beberapa foto anyar yang membuktikan kandungan air memang benar-benar melimpah di planet merah.

Yang bikin janggal, ada sebuah objek misterius muncul di salah satu foto tersebut. Jika dilihat lebih dekat, objek menyerupai cangkang yang mirip dengan kerang.

Objek tersebut lantas menjadi tanda tanya besar, apakah ia merupakan ‘makhluk’ hidup yang menghuni perairan Mars?

Menurut Scott C Waring, Objek yang terlihat di samping roda robot rover NASA bisa menjadi indikasi adaknya kehidupan purba di planet yang tiba-tiba saja menjadi tandus sejak jutaan tahun silam.

“Rasa-rasanya aneh melihat objek ini di dekat perairan Mars. Keduanya memiliki bentuk mirip kerang di Bumi, bengkok dan runcing di salah satu ujungnya. Jika dilihat lebih dekat, bagian bawah objek memiliki ruang terbuka yang sepertinya bisa ditinggali seekor makhluk,” ujar Waring seperti dilansir Daily Star, Jumat (19/1/2018).

Nantinya, misi khusus ‘penjajahan’ Planet Mars akan lebih berfokus ke penelitian lingkungan dan permukaan Mars.

Setelah diteliti, lapisan es yang ada di bawah permukaan Planet Mars ternyata bisa menjadi sumber bagi kehidupan manusia jika ingin tinggal di sana.

Para ilmuwan United States Geological Survey yang mempelajari planet lewat Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) tersebut berpendapat, es memang merupakan salah satu material utama dari Mars.

Dari informasi yang dilansir Mirror, diyakini bahwa dengan adanya es mampu mendukung manusia yang ingin hidup di planet Mars.

Dr Colin Dundas, pimpinan ilmuwan studi tersebut mengatakan, keberadaan es di bawah permukaan planet memang telah didiskusikan di kalangan komunitas sains. “Dan kami tahu lapisan es di Mars begitu besar, tebal, dan alami,” ujar Dr Dundas.

NASA bahkan sempat mendeteksi keberadaan mengalirnya air di planet mars, tepatnya pada September 2015. Saat itu, MRO mengidentifikasi bukti mineral terhidrasi yang disebut perklorat, yang telah membentuk garis-garis di lereng di permukaan Mars.

“Hal yang paling menarik tentang pengumuman ini adalah kehidupan di Mars memang memungkinkan,” kata salah seorang perwakilan NASA, John Grunsfeld pada konferensi pers, seperti dikutip dari CNBC.

Pembekuan air bisa dijaga oleh beberapa perklorat, meskipun pada suhu yang sangat dingin hingga minus 94 derajat fahrenheit. Perklorat itu membentuk garis-garis di lereng Mars selama musim hangat planet ketika suhu naik di atas -10 derajat Fahrenheit. Garis-garis itu disebut Recurring Slope Lineae (RSL), yang kemudian menghilang selama musim dingin.

“Sesuatu menghidrasi garam-garam ini, dan tampaknya berubah menjadi garis-garis tersebut, yang datang dan pergi sesuai dengan musim,” ungkap Lujendra Ojha, salah seorang peneliti pada proyek tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dengan demikian bisa dipastikan bahwa air yang terdapat di Mars bukanlah air murni, melainkan air asin. Kita bisa mengatakan demikian karena titik beku bisa diturunkan oleh garam. Bahkan jika RSL sedikit di bawah tanah, di mana suhunya lebih dingin dari suhu permukaan, garam akan menjaga air dalam bentuk cair dan memungkinkan untuk mengalir menuruni lereng Mars.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here