Mau Jual Beli Bitcoin CS Lagi? Pikirkan Itu Sekali Lagi

0
526

pdkt.me – Masih Berani Menjual dan Membeli Bitcoin Cs? Ini Sanksinya

Harap pikirkan sekali lagi Jika Ingin Jual beli Bitcoin CS

Baru-baru ini BI (Bank Indonesia) telah mengumumkan sebuah peringatan keras agar siapapun tidak lagi membeli, menjual, atau memperdagangkan Bitcoin CS (Virtual Currency).

Agusman, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia menyampaikan bahwa bagi mereka yang tetap menjual, membeli dan melakukan transaksi keuangan dengan uang virtual tersebut kedepannya akan dikenai sanksi.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman mengatakan, ada sanksi yang harus ditanggung oleh masyarakat jika tetap menjual, membeli atau memperdagangkan uang virtual tersebut.

“Kita peringatkan, kalau gunakan itu melanggar UU mata uang sanksinya bisa sampai pidana. Kalau UU itu berat,” kata Agusman saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (13/1/2018).

Menurut Agusman, virtual currency atau Bitcoin cs tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang sebagai alat pembayaran di Indonesia.

Terkait pelarangan tersebut, Agusman lebih jauh mengatakan bahwa sesuai dengan ketentuan UU No. 7 Tahun 2011 mengenai mata uang dijelaskan bahwa mata uang yang dikeluarkan secara resmi oleh NKRI adalah rupiah dengan begitu setiap aktivitas keuangan baik untuk pembayaran dan kewajiban lainnya haruslah dilakukan menggunakan rupiah, atau aktivitas keuangan di dalam wilayah NKRI harus menggunakan rupiah.

“Jadi kenapa kita ingatkan, karena BI itu ada di UU sebagai otoritas di bidang moneter, stabilitas sistem keuangan dan sistem pembayaran,” jelas dia.

Maka dari itu, Bank Indonesia menyampaikan peringatan kepada siapa pun supaya tidak mengedarkan, menjual atau membeli virtual currency.

Bank Indonesia menegaskan bahwa sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia melarang seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran (prinsipal, penyelenggara switching, penyelenggara kliring, penyelenggara penyelesaian akhir, penerbit, acquirer, payment gateway, penyelenggara dompet elektronik, penyelenggara transfer dana) dan penyelenggara Teknologi Finansial di Indonesia baik Bank dan Lembaga Selain Bank untuk memproses transaksi pembayaran dengan virtual currency, sebagaimana diatur dalam PBI 18/40/PBI/2016tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran dan dalam PBI 19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here