Melimpahnya Stok Beras Nasional Menjamin Ketahanan Pangan Nasional

0
578

pdkt.me – Stok Beras Sulsel Melimpah, Siap Dikirim ke 34 Provinsi

Stok Beras Menjamin Ketahanan Pangan Nasional

Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel, mengatakan bahwa sampai 20 bulan dari sekarang, stok beras di Sulsel bisa dikatakan aman bahkan sangat melimpah. Dia menambahkan bahwa ke 34 provinsi di Indonesia siap untuk mendapat pasokan beras dari Sulsel.

Hal tersebut disampaikan Syahrul usai melihat stok beras Sulsel di gudang Bulog bersama Wali kota Makassar dan Kepala Dirjen Tanaman Pangan, Sabtu (13/1/2018) Sore.

“Sulsel dapat bertahan hingga 20 bulan. Di sini ada 82.000 ton, karena itu jika ada perintah menteri nanti, angkut saja (beras) ini ke seluruh provinsi 34 provinsi masing masing ambil 2.000 ton,” ucap Syahrul usai menggelar sidak beras.

“Sampai bulan Maret masuk panen pertama kami overstock 2,6 juta ton, kami siap itu gunanya Sulsel jadi penyelenggara, kami tinggal tunggu perintah Presiden (Joko Widodo/Jokowi),” imbuhnya.

Menurut Syahrul di permulaan bulan Januari ini, di sejumlah kabupaten, Sulsel akan segera panen padi.

“Sulsel 17 Januari mulai panen awal, di Bone, Sopeng, Wajo, Luwu dan seterusnya. Di satu kabupaten 350 hektar, dari Januari sampai awal Maret ada 1.500 ton kalau begitu 82.000 ton kasih keluar saja dulu,” lanjutnya.

Pemerintah mengambil keputusan untuk mengimpor beras mengingat di sejumlah kota di Indonesia, stok beras secara umum mengalami penurunan.

“Impor yang direncanakan pemerintah tidak haram, kita maklumi kondisinya. Bisa saja, karena cuaca dan lain lain jadi perlambatan,” ucap Syahrul.

Sumarjo Gatot Irianto, Kepala Dirjen Tanaman Pangan, menyampaikan pujiannya terkait bagusnya kualitas beras yang di jual di Sulsel dan harganya yang murah.

“Rp 9.000, di bawah HET medium, kualitasnya premium tapi dijual medium, harganya di bawah medium, Sulsel dua langkah ke depan, mutunya baik harganya murah,” kata Sumarjo.

Tak hanya itu, Moh. Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makasaar mengatakan bahwa di sektor padi kota masyarakat bisa dijadikan sebagai barometer.

“Makassar barometer Indonesia, aman-aman saja, kalau harga naik masyarakat informasi ke saya. Ini belum ada info masuk dari warga soal kenaikan harga beras,” ungkap Ramdhan.

Sekedar informasi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, sudah mengeluarkan izin PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mengimpor beras dari Thailand dan Vietnam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here