Turunnya Harga Rumput Laut di Tarakan Timur Dikeluhkan Petani

315

pdkt.me – Petani Keluhkan Rumput Laut Tidak Laku Dijual, Begini Penjelasan Pengumpul

Sudah 10 hari ini para petani rumput laut di Tarakan Timur mengeluhkan rendahnya harga jual rumput laut sehingga banyak dari rumput laut yang telah dikeringkan tidak laku dijual kepada pengumpul.

Kalau pun dijual kepada pengumpul, harga rumput laut turun tajam.

“Sudah beberapa hari ini tidak laku dijual. Dan kalau mau dijual harganya sangat murah cuman Rp 14.000 perkilogram. Padahal akhir November hingga Desember kemarin harga rumput laut dapat mencapai Rp 21.000 hingga Rp 22.000 perkilogram,” ucap Askar, salah satu petani rumput laut di Pantai Amal, Kamis (4/1/2018).

Askar mengaku, sebenarnya ada saja yang ingin membeli rumput laut miliknya, hanya saja harga rumput lautnya ditawar murah.

“Masa ditawar cuman Rp 14.000 perkilogram, yah rugilah kami, kalau cuman segitu kami maunya yah paling rendah Rp 20.000 perkilogram,” katanya.

Rosnaini, salah satu petani rumput laut mengatakan bahwa sebetulnya rumput laut laku dijual tetapi dengan harga yang terlalu murah di kisaram Rp 14.000 perkilogram.

“Petani rumput laut tidak mau kalau harganya segitu maunya Rp 20.000 perkilogram,” ucapnya.

Dari pengakuan wanita berusia 27 tahun itu diketahui bahwa pada akhir november sampai awal Desember harga rumput laut per kilo nya sempat naik di kisaran Rp. 22.000,-

“Tapi kini harganya sudah turun Rp 14.000 perkilogram paling rendah dan Rp 15.000 perkilogram paling tinggi,” ujarnya.

Rosnaini mengaku, sebagai pengumpul rumput laut, pihaknya selalu melihat kualitas rumput laut yang kering dan bersih. Pasalnya kualitas rumput seperti ini paling disukai.

“Tapi kadang kala ada petani yang menjual rumput lautnya tidak bersih, ini juga yang menyebabkan rumput laut tidak laku dijual,” ujarnya.

Rosnaini mengaku bahwa anjloknya harga rumput laut yang saat ini terjadi, alasannya belum ia ketahui secara pasti karena sebelumnya harga sempat naik.

“Saya tidak tahu, yang tahu itu atasan kami, karena kami disini punya bos,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here